Ode untuk Affan Kurniawan

Ilustrasi: instagram/tiktok

oleh: C. Gunharjo Leksono

Langkahmu terhenti, besi raksasa yang pongah melindasmu

Detak jantungmu langsung berhenti

Deru mesin motormu tak terdengar lagi

Affan Kurniawan, kau pun menyatukan rakyat

Melawan  keberingasan para penguasa dan pemilik moncong senjata

Keluargamu hanya bisa tercekat

Air mata mengering karena duka yang mendalam

Di  motormu, helmmu masih banyak kucuran keringatmu

Yang jadi kenangan perjuangan mencari sesuap nasi

Senyummu tak sempat sampai ke keluargamu

Barracuda meninggalkanmu hilang ditelan gemuruh ribuan pendemo

Affan,

Yakinlah, perjuangan ini belum selesai

Namamu sudah tercatat indah

Walau ibu pertiwi menangis atas kepergianmu

Ini baru awal

Episode lakon masih bergulir

Tak bisa dianulir

Dukamu, duka negeriku

Lukamu, luka bangsaku

Laramu telah tergantikan di alam baka abadi

Selamat jalan, kawan…

Solo, 29 Agustus 2025

C. Gunharjo Leksono, alumni Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *